SELAMAT DATANG DI BLOG KELIK PRAMUDYA,BLOG INI DIBUAT HANYA UNTUK KEPENTINGAN PENDIDIKAN DAN PENGEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN KHUSUSNYA DI BIDANG HUKUM, TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA

Selasa, 06 Juli 2010

Pertemuan dengan Walikota Terkait Penyalahgunaan Fasilitas Umum di Kota Solo


Pada hari Senin 5 Juli 2010 pukul 10.00 WIB bertempat di Loji Gandrung, secara khusus Walikota Surakarta, Ir. H Joko Widodo mengadakan pertemuan dengan Muhammad Taufiq, SH., MH dan Kelik Pramudya, SH dari MT&P Law Firm guna membahas permasalahan kota terkait makin maraknya penyalahgunaan fasilitas umum di kota Solo khususnya trotoar dan City Walk. Pertemuan tersebut dihadiri pula oleh Kepala Dinas Tata Ruang, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Kepala Satpol PP, serta Kepala Bagian Perparkiran DLLAJR Kota Surakarta.


Secara Umum Walikota menanggapi secara positif, ini terlihat dari sikap beliau yang langsung meninjau ke lapangan. Dalam pertemuan tersebut disampaikan bahwa perilaku hukum warga Solo sangat rendah. Ini terlihat dari semakin banyaknya warga maupun pengusaha yang menyalahgunakan fasilitas umum untuk kepentingan bisnisnya, misalnya :

1. di depan Solo Square, di sini trotoar dan jalur lambat digunakan sebagai lahan parkir padahal di dalam sudah ada tempat parkir. Kebanyakan masyarakat hanya memikirkan kemudahannya sendiri dan tak mau repot dengan parkir dalam.

2. di depan Tony Jack sampai Indosat di sini jalur lambat digunakan untuk parkir, dan ini menghalangi jalan.

3. di sekitar Solo Grand Mall, di sinilah yang paling parah. Bukan hanya penyalahgunaan jalan saja, tapi juga City Walk yang semakin sempit karena digunakan untuk PKL.

4. di depan Bank BCA Purwosari, di mana mobil pengusaha selalu diparkir di tepi jalan dan menutup akses ke jalur lambat.


Setelah pertemuan tersebut Walikota berjanji akan segera mengambil tindakan tegas. Melalui Dinas Tata Ruang dan Kota, Walikota akan memberikan peringatan terhadap para pengusaha yang melanggar peraturan tersebut. Walikota menegaskan peringatan tersebut akan disampaikan hari ini juga. Kalau perlu besok lokasi di atas harus sudah bersih.


Pengembalian fungsi trotoar untuk fasilitas umum ini bukan hanya mewakili kepentingan orang seorang saja, melainkan mewakili kepentingan warga Solo. Warga Solo termasuk Walikota sendiri mengakui resah terhadap kesadaran warga yang masih rendah serta banyaknya penyalahgunaan fasilitas publik.


click_gtg

Tidak ada komentar: