SELAMAT DATANG DI BLOG KELIK PRAMUDYA,BLOG INI DIBUAT HANYA UNTUK KEPENTINGAN PENDIDIKAN DAN PENGEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN KHUSUSNYA DI BIDANG HUKUM, TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA

Sabtu, 13 Juni 2009

TINDAKAN SOSIAL

Dalam kehidupan sosial dengan Tuhan maupun dalam hubungannya dengan alam sekitar dan masyarakat tentu diwarnai dengan berbagai macam tindakan atau perbuatan, tentu perbuatan ini diperoleh melalui proses belajar baik secara formal maupun informal. Tindakan ini menunjukkan bahwa manusia selalu aktif dan tidak bisa diam dalam menjalani hidup ini. Mereka harus bekerja, belajar dan behubungan dengan manusia lainnya, tentunya ini mempunyai motif tertentu. Nah, setiap perbuatan manusia yang dilakukan dengan maksud maupun tujuan tertentu ini dinamakan tindakan sosial. Menurut Max Webber , tindakan sosial ialah perbuatan manusia yang dilakukan untuk mempengaruhi individu lain di dalam masyarakat. Sebagaimana telah dikatakan di atas bahwa tindakan ini sangat erat kaintannya dengan kehidupan masyarakat. Hal ini dikarenakan manusia memiliki dorongan untuk hidup bermasyarakat. Sejak lahir manusia mempunyai naluri untuk hidup bersama manusia lain. Ini dipengaruhi oleh faktor –faktor antara lain :
a. Dorongan untuk memenuhi kebutuhan hidup
b. Dorongan untuk mempertahankan kelangsungan hidup
c. Dorongan untuk melanjutkan keturunan
Max Webber sendiri menggolongkan tindakan sosial ini menjadi sebagai berikut :
1. Tindakan rasional yang berorientasi nilai
Tindakan ini dilakukan seseorang yang didasari oleh nilai-nilai dasar dalam masyarakat. Sebagai contoh kita melihat pada bulan Ramadhan umat Islam di seluruh dunia melaksanakan ibadah puasa.
2. Tindakan Rasional Instrumental
Tindakan ini dilakukan dengan memperhitungkan kesesuaian antara cara yang digunakan dengan tujuan yang akan dicapai. Sebagai contoh seorang anak yang ingin menjadi pemain sepak bola memilih membeli sepatu sepak bola untuk berlatih dari pada membeli mainan.
3. Tindakan Afektif
Tindakan ini dilakukan seseorang berdasarkan perasaan yang dimilikinya, biasanya timbul secara spontan begitu mengalami suatu kejadian. Sebagai contoh, seorang begitu mendengar cerita yang menyedihkan, ia sampai menitikkan air mata.
4. Tindakan Tradisional
Tindakan ini dilakukan atas dasar kebiasaan, adat istiadat yang turun temurun tanpa. Tindakan ini biasa dilakukan pada masyarakat yang hukum adat masih kental, sehingga dalam melakukan tindakan ini tanpa mengkritisi dan memikirkan terlebih dulu. Walaupun bila dipikir ulang sebenarnya tidak masuk akal. Sebagai contoh di masyarakat Jawa adat adat mitoni yaitu upacara yang dilakukan dalam bulan ke tujuh usia kandungan pertama seorang istri. Ini dilakukan agar diberi keselamatan pada saat kelahiran nanti. Seperti yang telah saya ungkapkan di atas, tindakan tersebut tidak masuk akal. Tapi itu karena sudah menjadi kebiasaan maka masyarakat tetap ada yang mau melakukan.
Kita semuanya sadar bahwasanya manusia hidup berdampingan dengan yang lain dan tindakan sosial ini adalah bagian dari itu. Kita sebisa mungkin harus tetap menjaga tindakan tersebut agar tetap harmonis demi terwujudnya kehidupan yang lebih baik. Karena tindakan itu semua akan menuju pada interaksi sosial dan bukannya tidak mungkin juga akan terjadi konflik sosial. Terima Kasih.





2 komentar:

Anonim mengatakan...

Makasih ya...
Artikel anda dapat saya jadikan sebagai tambahan referensi saya.

Anonim mengatakan...

Thanks ya kak buat artikelnya ^^ lumayan nih buat nambah ilmu sosiologi hhe